Untuk membuat sebuah diskursif IELTS
yang baik, dibutuhkan pemikiran seorang penguji (examiner). Maksudnya,
anda haruslah memahami apa yang memberikan dan menghilangkan poin anda.
Karena sekali anda salah melakukannya – akan menjadi masalah bagi anda.
Sesungguhnya apa yang saya tuliskan di sini dapat ditemukan pada situs
resmi IELTS, namun di sini akan dijelaskan dengan lebih sederhana.
Berikut adalah cara mereka menilai essai anda: anda menerima poin untuk Task Response, Coherence and Cohesion, Lexical Resource, Grammatical Range and Accuracy. Terdengar berat? Tidak masalah, berikut versi sederhananya:
1. Task Response artinya essai
anda menunjukkan bahwa anda memahami dan melingkupi topik dari segala
sisi, aspek, dll. Mari ambil topik ini sebagai contoh – “Internet: connecting or isolating people?”
Mereka yang memilih menulis tentang bagaimana internet menghubungkan
seseorang – kehilangan nilai, mereka yang memilih untuk menulis
bagaimana internet mengisolasi seseorang – kehilangan nilai, mereka yang
membandingkan dan memperbedakan kedua sisi internet dan memberikan
argumen dan lawannya – memperoleh nilai.
2. Coherence and Cohesion berarti
seberapa baik anda menghubungkan paragraph dan kalimat dalam setiap
paragraph. Pahamilah bahwa seluruh paragrapf anda haruslah terhubung
dengan logis. Misalnya, jika paragraph 1 menjelaskan keuntungan
internet, dan paragraph 2 menjelaskan kerugiannya, maka paragraph 1
haruslah memiliki kalimat terakhir yang menyebutkan sesuatu seperti: “In spite of internet being such a help in communication, its drawbacks cannot be overlooked”.
Kalimat ini menciptakan koneksi antara paragraph kesatu dan kedua. Jika
tidak ada, penguji akan mengira bahwa anda melompat dari keuntungan
pada kerugian tanpa ada alasan. Aturan yang sama diterapkan pada kalimat
dalam paragraph. Setiap kalimat haruslah merujuk pada kalimat
selanjutnya.
3. Lexical Resource berarti kosakata dan jenis kalimat yang berbeda, sederhana dan kompleks. Anda harus mampu menggunakan kata-kata dan sinonimnya.
4. Grammatical Range and Accuracy
berarti ejaan dan tata bahasa pada kalimat. Anda harus dapat mengeja
kata-kata dengan tepat, jangan melupakan artikel “a/an” dan “the”, tanda
baca pun sama pentingnya, dan sebagainya – sudah ada gambaran, bukan?
Satu lagi hal yang penting untuk diketahui: keempat criteria memiliki beban yang sama. Artinya jika anda melupakan Coherence and Cohesion dalam discursive essai anda, anda akan kehilangan ¼ poin essai anda.