Kamis, 03 Juni 2010

Internet Memudahkan Pembelajaran IELTS


Makanan yang saya maksudkan di sini bukanlah makanan yang mengandung berbagai zat yang baik untuk otak dan tubuh, seperti vitamin B kompleks, lemak esensial yang banyak ditemukan dalam ikan tapi lebih pada makanan bacaan. 

Pernah dengar peribahasa ini: Membaca adalah jendela dunia. Aturan ini juga berlaku di IELTS, leverage Band Score Anda dengan membaca. Untuk itu, majalah, koran, dan tabloid bisa dijadikan bahan bacaan di kala senggang. Beri makanan ke otak Anda dengan mengkonsumsi bacaan yang sifatnya wordlink dan social life, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di speaking module part 3 berisi isu-isu tersebut, wordlink dan social life. 

Respon Pertanyaan Speaking 3 IELTS


IELTS Kampung Inggris Pare
Strategi timing dengan total waktu 4-5 menit dengan 5-6 pertanyaan berisi general abstract dan conceptual questions merupakan ciri khas part ini. Seperti di Part 1, longer dan shorter answers bisa Anda gunakan sebagai respon pertanyaan yang diajukan. Hanya saja examiner memiliki “more freedom” dalam menentukan pertanyaan yang diambil dari respon Anda sebelumnya. Yah, semacam pertanyaan berantai gitu. 

Banyak student yang bertanya-tanya bagaimana menyajikan jawaban yang tepat? Apa rahasianya? Tidak menjadi persoalan apakah examiner sejalan dengan pemikiran Anda atau tidak, Agree or Disagree. Kesemuanya itu (Agree or disagree_red) tidak akan mempengaruhi Band.
Tugas Anda hanya mengekspsresikan jawaban dengan jelas diikuti beberapa poin-poin pendukung dan be ready to defend your viewpoint. Pendekatan ini menjadi kunci utama Anda dalam menyajikan jawaban, so Pahami dengan baik !

Langkah berikutnya adalah Logic. Pastikan reasons anda make sense! Karena illogical reasons menunjukkan ketidakmampuan Anda berkomunikasi dengan baik.
  • “The Great Wall is beautiful because it is long.” “Beauty and length are quite different things.
  • “ Old people use email because they cannot open letters.”
  • “ She/he eats stones.” Nonsense!

Memaksimalkan Pencapaian skor IELTS


Kursus IELTS Pare
Sebenarnya saya menempatkan TIPS ini di awal, menempati pos TIPS 1. Karena tips ini adalah core dari semua tips yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan Skor IELTS. Tapi itu tidak akan menjadi persoalan, yang terpenting Anda terus membaca tips-tips yang saya berikan.

Kerap kali saya menjumpai students menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar. Ketika saya bertanya kepada mereka tentang alasan yang membuat mereka tetap ‘gigih’ melakukan aktivitasnya. Hampir semua menjawab “Mengejar SKOR TINGGI”.

Dalam tulisan ini, saya akan berbicara tentang “belajar untuk pencapaian skor IELTS level intermediate”

Sebagai seorang trainer yang telah menghabiskan waktu selama 6 tahun mempelajari kekhususan English Testing, saya tahu betul bagaimana pertanyaan-pertanyaan dalam English Testing dirancang. Semuanya menggunakan pendekatan MIND + MEASURE, lebih dikenal dengan psychometric. Tentu saja tidak hanya menguji kemampuan bahasa Inggris, tetapi lebih pada kemampuan penalaran spasial Anda.

Memahami Pronunciation IELTS


Speak Clearly. Sebagaian besar student sulit melakukan pemetaan vowel, alhasil memproduksi speech yang mumbling. Jika Anda berkeinginan untuk meraih IELTS level intermediate, pastikan artikulasi kata dan pemetaan vowel disaat berbicara menjadi syarat utama di dalam pronunciation.

Misspell words sangat sering terjadi dan parahnya telah menjadi kebiasaan yang terus berulang,  ‘modern’ menjadi ‘morden.’, ‘clothes’ – ‘cloths-is.’, ‘collect’ menjadi ‘klekt’, ‘also’ menjadi or-so’. Berikutnya kekeliruan dalam pengucapan ‘TH’, ‘s’, ‘d’, dan juga ‘z’ sound. So tunggu apalagi, koreksi pengucapan Anda sekarang.

Pemahaman yang tepat pada penggunaan stress pattern dalam Kalimat menjadi nilai plus Anda. ‘Did you stay in different hotel?’ ‘We both stayed at that hotel.’ ‘Which hotel did you stay at?’ ‘We both stayed at that hotel.’ ‘Did you camp there?’ ‘No, we both stayed at that hotel.’

Memahami Discourse markers IELTS


Beberapa hari lalu saya melakukan training IELTS. Dalam sesi tersebut, seorang student menanyakan beberapa pertanyaan:
  1. “Trainer Eddy, Bagaimana memahami ide penyaji yang disampaikannya di dalam ragam tulis (written) dan ragam bicara (spoken)?” 
  2. Dan “sebaliknya, saya sering merasa bingung sendiri dalam menyajikan informasi kepada lawan bicara saya. Mereka hampir sulit memahami maksud saya, mungkin disebabkan model pembangunan ide saya yang kurang tertata dengan rapi.”……………………………… 
2 hal itu yang menjadi problem saya selama ini, trainer eddy, sambung student itu. Dan kemudian saya balik bertanya: well, apakah Anda masih mengalami kondisi itu? Student menjawab: Tidak lah, trainer. Saya menginginkan perubahan yang signifikan,  memahami dan memberikan informasi dengan pembangunan ide yang cemerlang memudahkan komunikasi. Saya pun menjawab: okelah, kalau Anda menginginkan perubahan,  silahkan catat prinsip yang saya berikan.

Prinsip yang saya sampaikan hari ini tentang discourse markers.

Pertajam Kepekaan Listening IELTS


Saya pernah mendapatkan SMS dari seorang student yang menanyakan “Trainer Eddy, bagaimana cara mempertajam kepekaan listening?” “apakah saya harus menyimak secara regularly program podcast?” “mendengarkan lagu-lagu barat adalah salah caranya?” ataukah “menonton TV channel/DVDs English?” 

Nah, apakah anda juga mempunyai pertanyaan sama? Apakah Anda sering “blank” atau diam terpaku melewatkan dengan begitu saja percakapan yang Anda simak? Apakah hal tersebut akan menguntungkan atau merugikan Anda ketika Anda melakukan TES IELTS? Bagaimana Anda memecahkan permasalahan yang akan timbul?

Catatan Vocabulary IELTS


Setelah terbiasa dengan topik-topik IELTS yang ada di website. Kreativitas Anda kembali diuji di sini dengan menyusun catatan vocabulary. Pilihan vocabulary disesuaikan dengan topik yang ada. Catat dengan rapi , sisipkan phonetic symbols memudahkan Anda mengenali pengucapan yang tepat. Phrases, prepositionscollocation dan Indonesian Translation-nya nantinya sangat membantu menghindari common mistakes.