Memaksimalkan Pencapaian skor IELTS | IELTS Eddy Suaib

Memaksimalkan Pencapaian skor IELTS

Posted On //

Kursus IELTS Pare
Sebenarnya saya menempatkan TIPS ini di awal, menempati pos TIPS 1. Karena tips ini adalah core dari semua tips yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan Skor IELTS. Tapi itu tidak akan menjadi persoalan, yang terpenting Anda terus membaca tips-tips yang saya berikan.

Kerap kali saya menjumpai students menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar. Ketika saya bertanya kepada mereka tentang alasan yang membuat mereka tetap ‘gigih’ melakukan aktivitasnya. Hampir semua menjawab “Mengejar SKOR TINGGI”.

Dalam tulisan ini, saya akan berbicara tentang “belajar untuk pencapaian skor IELTS level intermediate”

Sebagai seorang trainer yang telah menghabiskan waktu selama 6 tahun mempelajari kekhususan English Testing, saya tahu betul bagaimana pertanyaan-pertanyaan dalam English Testing dirancang. Semuanya menggunakan pendekatan MIND + MEASURE, lebih dikenal dengan psychometric. Tentu saja tidak hanya menguji kemampuan bahasa Inggris, tetapi lebih pada kemampuan penalaran spasial Anda.

Saya mengambil contoh salah satu soal IELTS  yang disebut SUMMARY COMPLETION. Mematikan tipe soal ini diperlukan penalaran yang tinggi. Aktivasi nalar sangat dibutuhkan untuk menentukan ketepatan Anda menjawab semua pertanyaan. Di sini, Anda tidak hanya diminta untuk memahami seluruh kesimpulan atau sebagian paragraf, tetapi juga bagaimana memilih phrase, (hanya diperbolehkan 3 suku kata, atau susunan Angka yang sesuai). Tahap terakhir, Anda harus melakukan copying down phrase atau angka tadi dengan keakuratan spelling . Fakta menunjukkan, students selalu gagal dalam menyelesaikan 3 langkah ini, SUMMARY COMPLETION telah berubah menjadi bulky questions.

“Psikometric dan Brain”
Ternyata tugas utama Psikometrik ini adalah “membangunkan” bagian tertentu yang ada di otak Anda. Saya sangat setuju dengan Angelika Dimoka, Tempel University, hasil penelitiannya terhadap Psychometric dan Brain mapping menyebutkan semantic dan episodic memory ketika dikorek (lebih) mudah mengaktivasi negative emotion yang menghasilkan untrustworthy judgment. Ketika kondisi ini terjadi di saat Anda menghadapi ujian IELTS, sudah pasti hasil yang Anda peroleh tidak begitu maksimal

So setelah mengetahui kondisi seperti ini, apa yang harus Anda lakukan?
Awal tahun 2012, saya berkunjung ke Jakarta khusus mengikuti ‘Workshop’ tentang bagaimana cara memaksimalkan kinerja otak kita. Satu hal yang saya petik: otak mampu melakukan aktivitas baik dalam keadaan sadar ataupun tidak, mesin berpikir tercanggih yang pernah Ada. Juga, otak tempat menyimpan values kita, misalnya kita menginginkan pencapaian IELTS level intermediate. Keinginan itu muncul karena adanya beliefs yang diserap dari lingkungan sekitar. Beliefs ini mampu mendorong kita menghasilkan apa yang telah menjadi values kita, tapi terkadang beliefs ini bisa bekerja sebaliknya. Seperti yang saya ilustrasikan di atas, Hyppocampus dan Amygdala sebagai alat vital dalam learning dan remembering memuat semantic dan episodic memory yang ketika diaktivitasi mudah memuat negative emotions. Negative emotions inilah yang nanti menjadi beliefs dan menutup values kita.

“KEJADIAN + REAKSI = KONDISI ”
Hasil study menunjukkan pilihan makanan yang tepat dapat meningkatkan optimalisasi otak, ikan salah satunya. Kandungan OMEGA ikan dipercaya mampu meremajakan sel-sel otak. Dan untuk transmisi syaraf, buah-buahan yang mengandung Vit. C dan B6 sangat pas jika diikonsumsi. Setelah Anda menentukan menu makanan, tahap berikutnya adalah mengenali bagaimana otak Anda bekerja.

Tahap selanjutnya adalah Supercharge Your Memory. Tony Buzan dalam bukunya yang berjudul Study Skill mengatakan, bantu otak Anda belajar. Salah satu cara dari beberapa banyak cara yang dijelaskan dalam buku tersebut, menurut saya Mnemonic Techniques, yang mirip dengan Theory of Relativity Eisten, adalah cara yang paling mudah diaplikasikan ketika Anda belajar IELTS.

Berdasarkan komentar students yang telah mengikuti training saya, mereka menggunakan tehnik ini dalam melakukan pembelajaran, dan hasilnya sangat sangat luar biasa. Diantara 8 sampai 10 students berhasil memenangkan IELTS level Intermediate

Kok bisa semudah itu?
Pernah dengar RAS (Reticular Activating System)? RAS ini merupakan syaraf yang mengontrol tingkat kesadaran seseorang. Aktivasi RAS otak dengan Mnemonic untuk menghasilkan hal-hal positif sehingga akan menjadi otak yang paling powerful di dalam otak kita untuk memancarkan gelombang dan menarik gelombang lain. Jadi misalnya kita level gelombangnya terendah, kita juga akan menarik gelombang-gelombang terendah juga. Kalau keinginan Anda tinggi, gelombang-gelombang yang frekuensinya sangat tinggi akan tertarik. Ketika kita menginginkan Score IELTS di level intermediate, kita akan menarik syarat-syarat IELTS yang maksimum. Dan hasilnya, Silahkan Anda baca komentar students di atas.

Jadi inilah yang menjadi jawaban yang sangat luar biasa kenapa Mnemonic itu penting.
Mnemonic Techniques yang saya ajarkan di training-training saya tidak seperti metode permainan otak yang banyak dijumpai. Saya menggunakan Mnemonic dengan cara mensintesiskan a left and right cortex Anda.

Sebagai tambahan, Mnemonic Techniques ini juga dapat membantu Anda menyelesaikan problem semantic dan episodic memory.


“Spritual MIND”
Practice makes Perfect? Sudah banyak students yang menerapkan cara ini. Belajar siang-malam dengan menghabiskan waktu berjam-jam, alhasil mereka tidak mampu melakukan perubahan. Score yang diharapkan tidak kunjung menghampiri. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Menurut saya, untuk mendapatkan hasil yang perfect tidak hanya membutuhkan practice. Di sini Anda diminta lebih jauh mengenal apa mau Brain dan Mind Anda dan Bagaimana memadukan mereka sehinggg mencapai hasil kerja yang fantastic sempurna. Saya mengatakan ini, karena BRAIN adalah hardware dan Mind adalah software. Perpaduan Brain dan Mind akan menghasilkan tidak hanya kemampuan berpikir Anda tetapi juga perubahan hidup yang Luar Biasa!

Saya memberikan contoh, setiap kali saya melakukan training, hal pertama yang menjadi kebiasaan saya adalah meminta kepada semua peserta untuk tidak mengaktifkan telepon selularnya selama training berlangsung. Kenapa hal ini saya lakukan? Aktivitas sms atau bbm memberikan efek yang tidak bagus selama training. Tidak akan terjadi ‘Attention”. Fokus peserta akan terbagi dan ini menyebabkan proses “menyimpan informasi” pada Frontal Lobes sangat sedikit.

Contoh lain, dalam buku MIND POWER, James Borg mengatakan bahwa seseorang yang melewatkan ‘attention’ akan kesulitan melakukan recall walaupun secara consciousness otaknya mampu menyerap dan menyimpan informasi dari objek yang dilihat atau didengarkan. Hal ini disebabkan karena consciousness hanya mampu melakukan aktivitas short-memory. Jika Anda ingin melakukan aktivitasi long-term memoryberdamailah dengan unconsciousness Anda.

Overall, Pilihan Makanan, Mnemonic, dan Spritual Mind yang menjadi tema tips hari ini bisa mencerahkan Anda. Ketepatan metode akan menentukan Level IELTS Anda. Selamat mencoba.

IELTS Kampung Inggris Pare
Belajar IELTS

Extract picture from anslem23

Artikel Terkait