IELTS: Latih Pengucapan Anda | IELTS Eddy Suaib

IELTS: Latih Pengucapan Anda

Posted On //
Berbicara adalah kelemahan bagi orang yang baru mulai belajar (yang mempelajari bahasa Inggris lewat buku dan kaset). Terlebih lagi, di Negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, mengembangkan kecakapan berbahasa Inggris sangatlah sulit. Pengucapan kata merupakan salah satu bagian yang amat penting dalam berbahasa.

Jika anda mengucapkannya dengan benar, secara akademis dan menarik, tapi tak ada yang mengerti apa yang anda bicarakan, anda tentu kehilangan nilai jual.

Seorang pengguna bahasa asing dapat mengucapkan sebuah kata yang tidak biasa dengan benar tetapi tidak tahu cara mengejanya. Sayangnya, karena bahasa Inggris merupakan kombinasi dari banyak bahasa, tidak ada aturan khusus dalam hal pengucapan. Hasilnya, anda harus mengingat semuanya. Lalu, bagaimana cara mengucapkan sebuah kata dengan benar?

Pertama, dengar dan pelajari apa yang dibicarakan oleh pengguna bahasa asing. Mendengarkan dapat membantu anda dalam berbicara. Anda dapat mengkoreksi sendiri kata-kata dasar jika anda banyak mendengar. Terlebih lagi, mendengarkan juga dapat membantu anda mempelajari bagaimana menekankan kata-kata yang penting, bagaimana berbicara dengan alami dan bahkan bagaimana mengatur logat anda.

Kedua, jika anda mepelajari sebuah kata yang baru, anda haruslah terlebih dulu tahu bagaimana cara pengucapannya. Biasanya, saat seseorang ingin belajar kata yang baru, mereka merubah kata tersebut berulang-ulang, dan menuliskannya berkali-kali. Tapi sekarang, untuk mengembangkan aspek mendengarkan dan berbicara anda, anda harus mendengarkamus elektronik mengucapkan dan mengulanginya berkali-kali.

Ketiga, buatlah kalimat dengan menggunakan kosakata yang baru. Setiap orang mungkin tahu bagaimana mengucapkan sebuah kata dengan benar, tetapi saat mereka menggabungkannya mereka tidak dapat mengucapkannya dengan benar, atau bahkan jika mereka dapat, kalimat mereka akan terdengar tidak alami. Alasannya adalah mereka kekurangan intonasi. Mendengarkan boleh jadi solusi untuk masalah ini.

Keempat, latih pengucapan setiap minggu (3-4 kali semingggu) dengan membaca bersuara sebuah wacana pendek. Awalnya anda berlatih untuk mengucapkan semua kata dalam wacana tersebut dengan benar. Kemudian membaca seluruh wacana perlahan dan mengoreksinya (perhatikan bunyi akhir).

Kemudian, tingkatkan kecepatan membaca setiap kalimat. (‘baca’ di sini maksudnya anda harus mengucapkan kata-kata, bukan membaca dalam hati). Jika anda bicara dengan cepat tapi mengucapkannya dengan salah, itu artinya anda sudah mencapai batas kemampuan anda. Hindari berbicara lebih cepat dari itu. Dan akhirnya, anda membaca seluruh wacana kembali dengan kecepatan normal, atau mungkin sedikit lebih cepat dari normal, tapi anda WAJIB memasukkan intonasi.

Artikel Terkait