IELTS Eddy Suaib: Moleskin
Tampilkan postingan dengan label Moleskin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moleskin. Tampilkan semua postingan

Dengan Bahasa Inggris Dasar NOL = 1 bulan bisa menulis esai IELTS

Posted On //
IELTS itu tidak gampang. Tapi jika punya niat untuk mempelajarinya, maka pasti selalu aja ada jalan. Selama 1 bulan terakhir ini di bulan Mei, tepatnya di periode IELTS ENGLISH RAMADAN 2019, saya mengampuh kelas IELTS Pemula (paling dasar), yang kemampuan bahasa Inggris peserta yang ikut di kelas ini sangat terbatas. Mereka belum mampu memproduksi kalimat-kalimat yang panjang dan komplek. 

Seperti yang saya bilang di atas, asal ada kemauan, pasti ada jalan. 4 peserta kelas IELTS dasar ini memiliki tekad yang kuat untuk mempelajari IELTS. Ini yang membuat saya semangat untuk mengajar mereka.

Yang namanya pembelajar pemula, saya perlu mengenalkan IELTS itu apa saja. Skill apa yang dibutuhkan untuk ditingkatkan agar mampu menjawab soal-soal IELTS, sehingga mereka mampu menggapai skor 5.0 dalam waktu 1 bulan ini. Pencapaian skor 5.0 bagi peserta yang memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar merupakan mencapaian yang sangat luar biasa. 

Singkat cerita, saya men-drilling mereka tiap hari dengan kalimat-kalimat yang sudah saya siapkan. Perlu diingat, peserta BASIC sangat tidak dianjurkan mempelajari grammar yang terlalu detail. Cukup memperkenalkan KALIMAT dan FRASE. Ini membantu mereka disaat mereka melakukan drilling. 

Selanjutnya saya meminta mereka menghapal KALIMAT dan FRASE berdasarkan topik-topik ringan yang sering muncul di pertanyaan speaking dan writing IELTS. 

Menghapal bagi sebagian orang sulit, begitupun yang dialami oleh 4 orang peserta BASIC IELTS ini. Tapi dengan semangat yang ber-api-api, mereka mampu sedikit demi sedikit menghapal KALIMAT-KALIMAT yang baru dan aneh menurut mereka. 

Setelah mereka menghapal kalimat-kalimat yang sudah saya siapkan, kemudian saya mengajarkan mereka menyusun kalimat -kalimat itu menjadi sebuah paragraf, tentu saja dengan lebih dulu mengenalkan KATA SAMBUNG (linking words) dan mempelajari fungsinya dalam kalimat.

Cara belajar ini kami lakukan 9 jam sehari selama 20 hari. Apakah ada rasa BOSAN di sana? Ya betul, tapi kami selalu percaya, rasa BOSAN ini hanya sementara saja, toh akan hilang jika kita tetap terus melakukan aktivitas belajar. 

Di hari ke-19, sehari sebelum melakukan FINAL TEST, saya pun memberikan MINI-EXAM ke mereka untuk mengukur kemampuan mereka dalam menulis esai. 

Dan apa yang terjadi? Mereka mampu membuat 1 full essay dengan waktu 1 jam. Dan pencapain ini sangat luar biasa bagi peserta yang memiliki kemampuan bahasa Inggris dasar, hampir NOL, yang mempunyai tekad besar untuk mempelajari IELTS.

Kamu ingin juga seperti mereka? 


















Jika ingin belajar IELTS dengan saya di English Studio Kampung Inggris Pare atau di tempat kamu, silahkan DM saya di Instagram: @eddysuaib / INSTAGRAM ENGLISH STUDIO: @englishstudio

Dan jika kamu tertarik mengikuti kelas IELTS ONLINE via Whatsapp saya, silahkan kontak ke 0813.1818.6060 atau kunjungi website  ENGLISH STUDIO INDONESIA


#bahasainggrisnya #kursusinggris
#bahasainggrismudah #belajarbahasainggris #lesinggris
#kursusbahasainggris #bahasainggris
#bahasainggrisgampang #bimbelbahasainggris
#bahasainggrisonline #bahasainggrisngaco
#kursusbahasaasing #lesbahasaasing
#kampunginggriskediri #kursusbahasainggrisjakarta
#kampunginggris #kampunginggrispare
#belajarbahasainggris 
#lpdp #viralindonesia #infobeasiswa #ieltsindonesia #ieltsenglishstudiocampaign #ieltsjakarta

[Read more]

What Lies Beyond the First Part of Speaking IELTS

Posted On //
The first part of speaking test is about introduction and interview. Introduction here means that examiner introduces his or herself to the test taker. Then, he or she asks about test taker’s full name and other general data of the test taker. Test taker needs to answer some basic questions about his or herself.
[Read more]

The Importance of Text Analyzis in Reading IELTS

Posted On //
One form of questions in reading IELTS is multiple choice. The kinds of questions that are given can be various as well. Purpose of the text can also be the question in this part. Have a look at the following example: 
Question 1
Choose the appropriate letter (A-D) and write it in box 1 on your answer sheet.
[Read more]

IELTS Reading: Improving Reading Score | Part 3

Posted On //


What are other things that we can do to improve your reading score? One stimulant that you think about is soldier’s activity. When a soldier is going to be involved in a war, he or she will learn on the battle itself, including the place, the time, and the enemy. The same thing happened in IELTS. You have to learn on the types of questions that you deal with in this reading section. You need to do many exercises on these different types of questions as each type of questions need different treatment.
[Read more]

IELTS Speaking Test - Introduction (part 1 and part 2)

Posted On //
There are 3 parts in speaking test, each part has some characteristic questions. The examiner (interviewer) will record the interview and score you based on what have you answered. This time we will explain you about part one and part two in the speaking test.
[Read more]

Mitos vs Fakta Tentang Tes IELTS (Part 3)

Posted On //
Saran yang salah tentang IELTS terkadang muncul, oleh karena itu anda harus lebih berkonsentrasi pada bagaimana caranya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anda. Selalu berlatih setiap hari dan ikuti saran serta panduan resmi dari ahlinya. Berikut ini beberapa mitos dan fakta yang cukup banyak beredar luas tentang IELTS:

8. Mitos: Saya dengar mudah untuk bermain curang dalam tes IELTS
Faktanya, IELTS dilindungi dengan system keamanan yang canggih dan berlapis untuk menjaga jangan sapai terjadi adanya kecurangan untuk melindungi and adan organisasi yang menerima hasil tes anda. Bentuk pengamanannya diantaranya adalah dengan cara:
  • Mengidentifikasi peserta saat melakukan pendaftaran
  • Anda difoto dan sidik jari anda di-scan ketika anda melakukan pendaftaran atau saat datag untuk melakukan tes. Foto dan hasil scan sidik jari ini digunakan untuk meyakinkan bahwa yang melakukan tes di setiap bagian tes IELTS adalah tetap orang yang sama.Identifikasi data diri juga dilakukan pada saat tes reading dan writing dan kembali dilakukan juga pada saat tes speaking.
  • Seluruh material tes dikumpulkan, dicocokan kembali dengan data pendaftaran dan detil penempatan tempat duduk dan diperiksa kembali sebelum peserta keluar dari ruangan tes.
  • Seluruh tempat tes IELTS diawasi dan diaudit secara regular.
  • Kertas tes dicetak pada kertas dengan tingkat keamanan yang tinggi dan didistribusikan secara otomatis kepada setiap tempat pelaksanaan tes, tanpa campur tangan manusia.
  • Setiap kertas tes memiliki kombinasi pertanyaan yang unik – tidak ada dua tes yang sama persis.
  • System dibuat untuk secara otomatis dan rutin memeriksa dengan jelas setiap hasil tes IELTS. Jika ditemukan sesuatu hal yang lain dari biasanya, maka akan diberikan perngatan kepada peserta, tempat penyelenggara tes dan semua organisasi yang telah menerima hasil tesnya. Setiap pelanggaran dapat mengakibatkan pembatalan/pencabutan nilai hasil tes individu yang bersangkutan.
  • IELTS mempermudah universitas, perusahaan dan pemerintahan untuk memeriksa kevalidan hasil tes kapan saja, dengan menggunakan sistem verifikasi keamanannya.
  • Setiap bentuk kecurangan, yang mana termasuk dengan menempatkan orang lain untuk melakukan tes atas nama anda, dapat menyebabkan pendiskualifikasian hasil tes anda. Informasi detil kecurangan yang anda lakukan juga akan dilaporkan ke organisasi yang anda lamar, sama halnya dengan authoritas proses pembuatan visa.

9. Mitos: IELTS lebih sulit dari tes serupa lainnya
Faktanya, ratusan institusi pendidikan, perusahaan dan lembaga registrasi professional menerima penggunaan tes IELTS karena tes ini dianggap sangat berkualitas dan jujur. Inilah alasannya mengapa IELTS juga diterima oleh lebih banyak banyak negara untuk alasan imigrasi dibandingkan dengan tes serupa lainnya. Selesai.

IELTS Kampung Inggris Pare

Belajar IELTS
[Read more]

Agar Karangan (IELTS) Mudah Dipindai

Posted On //

Sebagian besar di antara kita mengira bahwa pembaca membaca karya kita dari awal hingga akhir. Sayangnya, anda tidak bisa mendikte bagaimana pembaca dapat menyerap isi karangan anda. Sebaiknya, anda meluangkan waktu meneliti apa yang diinginkan oleh pembaca dan menyesuaikan karangan anda dengan keinginan mereka.
[Read more]

Grammar IELTS: Intensifier

Posted On //

Kita menggunakan kata seperti: very; really dan extremely untuk memperkuat kata sifat yang kita gunakan, contohnya:

  • It’s a very interesting story.
  • Everyone was very excited.
  • It’s a really interesting story.
  • Everyone was extremely excited

Kita menyebut kata-kata semacam ini dengan intensifier. Intensifier lainnya diantaranya adalah:

amazingly – exceptionally – incredibly – remarkably – particularly
[Read more]

Cara membaca Cepat dan Lebih Baik

Posted On // Leave a Comment
Sebelumnya sudah dibahas tentang cara membaca cepat dan lebih baik dengan teknik meusatkan perhatian. Berikut teknik lain yang bisa anda coba.

Berhenti berbicara pada diri sendiri saat anda sedang membaca. Seseorang berbicara pada dirinya dalam 2 cara, yaitu:

  • Memvokalisasi, yaitu pergerakan bibir yang nyata saat anda membaca, dan
  • Subvokalisasi, yaitu berbicara pada diri sendiri dalam kepala anda sambil membaca dalam hati.

Keduanya bisa memperlambat anda tiba pada poin yang harus anda temukan sehingga anda tidak dapat membaca dengan lebih cepat ketimbang saat anda berbicara. Pidato adalah kegiatan yang relatif perlahan; bagi kebanyakan, kecepatan rata-rata berbicaranya adalah sekitar 250 kpm (kata per menit).

Membaca seharusnya menjadi suatu kegiatan yang hanya melibatkan mata dan otak. Vokalisasi mengaitkan membaca dengan berbicara langsung. Cobalah untuk memikirkan kegiatan membaca seperti saat anda sedang melihat suatu pemandangan, suatu panorama ide, ketimbang melihat bebatuan di bawah kaki anda.

Anda juga bisa membaca dalam kelompok pikiran. Penelitian menunjukkan bahwa saat kita membaca, mata kita harus berhenti sesaat di sepanjang baris. Pembaca yang buruk banyak melakukannya, lebih banyak hentian mata ketimbang pembaca yang baik. Hal ini tak hanya bisa memperlambat anda, tetapi juga menghalangi pemahaman karena makna lebih mudah diambil perkelompok kata ketimbang dari kata per kata atau bahkan huruf per huruf. Cobalah untuk membaca dalam frasa yang terdiri dari tiga atau empat kata. Terutama dalam klausa lengkap dan frasa preposisi. Pikiran anda bisa menginternalisasinya seolah frasa tersebut adalah satu kata yang memiliki makna besar.

Jangan terus membaca frasa yang sama. Pembaca yang buruk mempunyai kebiasaan membaca dan membaca ulang frasa yang sama lagi dan lagi. Kebiasaan membuat regresi waktu membaca dobel atau tripel ini dan seringkali tidak menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Membaca dengan kehati-hatian dan peenuh perhatian tak akan cukup untuk benar-benar memahami, tetapi seringkali lebih efektif ketimbang regresi konstan di tengah bacaan. Sangatlah disarankan untuk memberikan perhatian lebih saat bacaan pertama. Lakukan pratinjau dulu sebelum membaca dengan teliti dan anda akan mengingat dengan lebih baik tanpa harus membaca ulang.

Terakhir, ada baiknya anda memvariasikan laju membaca anda untuk menyesuaikan kesulitan dan jenis teks. Pembaca yang buruk selalu membaca dengan laju yang sama perlahannya. Sedangkan seorang pembaca yang efisien mempercepat lajunya pada materi yang mudah dan memperlambat pada materi yang sulit. Beberapa hal tak akan bermakna jika dibaca terlalu cepat. Materi resmi dan teks yang sangat sulit sebaiknya dibaca perlahan. Materi yang lebih mudah dan majalah dan koran dapat dibaca dengan cepat. Puisi dan drama dibuat untuk ditampilkan, dan jika tidak diperagakan, maka setidaknya, dibaca lantang secara lisan. Hal ini tentu akan bertentangan dengan kecepatan metode membaca yang baik yang melarang vokalisasi. Tulisan religious dan kitab suci sesungguhnya ditulis untuk dibacakan dan didengarkan pada audiens yang tak hanya pintar tetapi juga mereka yang buta huruf. Yang menarik dari puisi, drama, atau doa tidaklah benar-benar anda alami jika anda “membaca cepat” teksnya.
[Read more]

Rahasia Pilihan Kata - 1

Posted On // Leave a Comment
Karangan terdiri dari kata-kata dan semua kata memiliki makna. Jika untaian huruf dalam selembar kertas tidak bermakna apapun, maka ia hanya racauan dan harus dihilangkan secepat mungkin. Di luar definisi tertulis, kata-kata bisa mengandung konotasi – pesan lain yang secara implicit dikomunikasikan di luar makna literalnya.

Kata “doctor,” “healer,” “medicine man,” “medical practitioner” dan “doc,” misalnya, semuanya mengandung makna yang sama. Namun, saat digunakan dalam suatu karangan, mereka bisa melukiskan konteks yang berbeda. Kata “Doctor” lebih sederhana dan langsung; kata “Healer” menyulap imej ahli kebatinan; kata “medicine man” terasa seperti muncul dari ritual voodoo; kata “doc” berkonotasi suatu hubungan personal; dan kata “medical practitioner” terasa formal dan klinis.

Satu kata bisa membuat semuanya menjadi berbeda. Anda bisa mengubah makna dan implikasi suatu kalimat hanya dengan mengubah satu kata saja. Bahkan dari suatu kalimat yang terdiri dari 25 kata, perbaruan tunggal tersebut bisa membalikkan semua hal.

Contohnya dua kalimat berikut, dengan mengubah satu kata membuat perubahan yang sangat kentara:

“Let’s see a movie.” (konotasi: sebuah undangan untuk menonton film apapun judul atau jenisnya)

“Let’s see that movie.” (konotasi: menonton sebuah film tertentu yang sudah dibicarakan sebelumnya)

Pemilihan kata kerja pun harus diperhatikan. Kata kerja menjelaskan suatu kegiatan dalam sebuah kalimat. Mereka menentukan apakah sang wanita yang dijelaskan menangis, meratap, terisak, atau berlinang air mata. Mereka mengungkapkan pada pembaca apakah suatu kejadian membelot, menyakiti, menghancurkan atau memusnahkan harapan pengampunan seseorang. Kata kerja yang kuat memunculkan semangat bagi kalimat langsung yang bertentangan. , memberinya suatu elemen yang akan merebut perhatian pembaca.

Aturannya, selalu gunakan kata kerja aktif kapanpun ia cocok, dan mengubahnya ke dalam bentuk pasif saat benar-benar diperlukan. Bentuk “to be” yang beragam adalah kata kerja yang paling banyak digunakan dalam bahasa Inggris, maka sangatlah normal jika mereka muncul dalam kalimat-kalimat anda. Setiap kali anda menulis dalam bentuk pasif, selalu perhitungkan apakah sesuai jika menggunakan kata kerja aktif pada tempat tersebut – dengan demikian akan sangat membantu meningkatkan kualitas karangan anda.

Kata kerja sederhana, yang merupakan kata yang umum dengan banyak makna, boleh saja digunakan, membuat anda dapat mengatur konteks yang sesuai. Namun, sebaiknya hindari penggunaannya jika anda menaruh nilai serius dalam kejelasan pada karangan anda.

[Read more]

Frasa IELTS: To bite off more than you can chew

Posted On //

Jika anda dikatakan “to bite off more than you can chew” maka ini artinya anda mencoba untuk melakukan sesuatu hal yang melebihi kemampuan anda.

Contoh:

  • I have bitten off more than I can chew by taking on this extra work – I don’t think I’ll get it finished on time.
  • David and Sarah planned to completely renovate their house by themselves. In the end, they bite off more than they can chew and have to pay builders to finish it.
  • Thanks for offering to babysit and cook dinner for us, but don’t bite off more than you can chew.
[Read more]

Linking words: Can I be of any use ?

Posted On // Leave a Comment
Ryan Higgins has brought some practical linking words to light, used in IELTS introduction paragraph. Here is the example:

In today’s world, the use of technology is ever-increasing. Even in classrooms technology can be commonly seen. It is disagreed that technology will completely replace the teacher in the classroom. Analyzing both the inability of a technology-driven teacher to discipline students in a classroom as well as this robotic teacher’s hindrance to a student’s learning process will show this.

Ryan once says: all sentences in paragraph can be worked as one unity if there are (more) linking words to be ticked. Let’s look at how these linking words (underlined phrases) can be of any use:

Even in – this is a phrase used in English to make it clear that a topic’s characteristics match the characteristics of a topic presented before it. In the paragraph above, it is saying that technology in the classroom is also ever-increasing. Can you see how ‘even in’ links the ideas of our background sentence with our detailed background sentence?

This – probably the most commonly used linking word, here this refers to our thesis and states that the supporting ideas of lack of discipline and educational hindrance will act in support of this thesis. Can you see how the word ‘this’ causes the outline sentence to link with the idea presented in the thesis?

A key point for IELTS essay is sited in the first paragraph, known as the introduction. When the IELTS examiner peruses the introduction to your essay, then she/he should already figure out clearly what the rest of your essay will look like.


Extract from: Ryan Higgins. 
[Read more]

Perubahan IELTS General Training Reading

Posted On //

 Situs resmi IELTS mengumumkan suatu perubahan yang mereka buat dalam General Training Reading sejak 1 Mei 2009.

Saat ini Passage 2 pada lembar soal Reading berfokus pada muatan pendidikan (universitas, kursus, dll). Mulai 1 Mei akan berfokus pada konteks kerja (missal melamar pekerjaan, peraturan perusahaan, upah dan kondisi, fasilitas tempat kerja, pengembangan staf, dll).

Alasan perubahan kecil ini adalah bahwa sekarang ini ada lebih banyak pekerja, asosiasi professional dan badan imigrasi mengakui tes IELTS. Perubahan ini akan memastikan bahwa modul IELTS akan diadaptasi pada situasi kehidupan nyata dan karenanya akan lebih mendekati kebutuhan kandidat yang memilih tes IELTS untuk tujuan pekerjaan atau imigrasi.
[Read more]

7 Alasan Mengapa IELTS Menjadi Nomor 1

Posted On //

  1. Diterima – untuk alasan pendidikan, pekerjaan dan imigrasi di perbagai negara, lebih banyak dari tes serupa lainnya.
  2. Dihormati – IELTS dimiliki juga dan dibuat oleh gabungan organisasi ahli pendidikan dan bahasa dengan tingkat global: British Council, IDP: IELTS Australia dan University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL).
  3. Mudah diakses – 48 tanggal pelakasanaan tes untuk setiap tahunnya di lebih dari 200 tempat pelaksana.
  4. Jujur – tes yang memberikan anda kesempatan yang lebih besar untuk mengeluarkan kemampuan terbaik anda. Tidak seperti tes serupa lainnya, IELTS memberikan anda ruangan yang sunyi untuk tes speaking tanpa adanya gangguan dan interupsi dari manapun. Kemampuan speaking anda akan dinilai dengan sangat hati-hati oleh seorang penguji yang memiliki jaminan mutu tinggi – anda tidak akan dinilai oleh system computer untuk tes ini.
[Read more]

Beragam tes Bahasa Inggris

Posted On //
Anda termasuk salah satu yang berencana untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja ke luar Negeri, khususnya ke Negara berbahasa Inggris. Anda harus menyiapkan diri anda untuk mengikuti tes TOEFL, karena tes nilai TOEFL merupakan salah satu syarat yang diminta intitusi pendidikan sebagai bukti otentik kemampuan berbahasa Inggris anda.

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes yang menguji kemampuan dalam menggunakan dan memahami bahasa Inggris bagi seseorang yang bukan asli pembicara bahasa Inggris.
[Read more]